Museum Bank Indonesia (Museum Indonesia Bank Indonesia) adalah museum bank yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. Museum ini didirikan oleh Bank Indonesia dan dibuka pada 21 Juli 2009. Museum ini adalah bangunan bersejarah di Kota Tua Jakarta yang merupakan markas pertama Persatuan Hindia Belanda (De Javasche bank), bank sentral Hindia Belanda. Bank dinasionalisasi sebagai Bank Indonesia pada tahun 1953, setelah Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Terletak di sebelah Museum Bank Mandiri.
Sejarah
De Javasche Bank dibentuk pada tahun 1828 sebagai bank sirkulasi Hindia Belanda dan bertanggung jawab atas penerbitan Guldens Hindia Belanda. Bangunan itu berdiri di sebidang yang dulunya Rumah Sakit Dalam Batavia (dalam bahasa Belanda: "Binnenhospital" dinamai "batin" karena lokasinya berada di dalam tembok), yang dibangun pada awal abad ke-18 dan ditinggalkan pada 1780, sebagai pusat rumah sakit dipindahkan ke Weltevreden. Bangunan itu dijual ke perusahaan perdagangan Mac Quoid Davidson & Co. pada 1801, dan dibeli oleh bank De Javasche pada tahun 1831.
Bangunan rumah sakit lama dihancurkan pada awal abad ke-20 dan di situs tersebut sebuah bangunan baru yang dirancang oleh Eduard Cuypers didirikan. Cuypers adalah seorang arsitek terkenal Belanda dan tertarik untuk bereksperimen dan memasukkan elemen-elemen asli Indonesia ke dalam desainnya. Fasad depan bangunan selesai pada tahun 1909 dalam arsitektur Neo-Renaissance dengan ornamen Jawa pada detailnya. Lapangan dalam hanya diubah menjadi bentuk yang sekarang setelah renovasi lain pada tahun 1926.
Bank melanjutkan sebagai bank sentral yang bertindak Indonesia selama pendudukan Jepang pada tahun 1942 dan setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Uang kertas Rupiah pertama dicetak pada tahun 1944 di bawah pengawasan Jepang, dalam upaya untuk menasionalisasi identitasnya. Setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1950, pemerintah Indonesia setuju untuk mempertahankan De Javasche Bank sebagai bank sentral Indonesia. Namun, dengan meningkatnya permusuhan antara kedua pihak, bank dinasionalisasi sebagai Bank Indonesia pada tahun 1953.
Pada tahun 1962 gedung markas bank sentral baru selesai dan bangunan tua dibiarkan memburuk. Bangunan ini dikembalikan menjadi museum pada tahun 2006, dan secara resmi dibuka oleh penjabat presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Juli 2009.
Museum
Museum ditutup pada hari Senin (termasuk hari libur nasional) dan memiliki biaya masuk sebesar rp 5.000.
Museum ini dirancang untuk memperkenalkan kepada publik peran Bank Indonesia dalam sejarah Indonesia, seperti kebijakan moneter dan sistem pembayaran yang berubah seiring waktu. Museum ini juga menyediakan pengunjung dengan pengalaman audio dan visual tentang sejarah mata uang dan perdagangan di Indonesia dari era pra-kolonial hingga saat ini. Ini mencakup era seperti sejarah perdagangan rempah-rempah awal, monopoli rempah-rempah India East India Company di kepulauan Indonesia, sistem perbankan Hindia Belanda, mata uang di bawah pendudukan Jepang dan berakhir pada krisis ekonomi 1997.
Museum ini mencakup mata uang lama dari seluruh dunia dalam koleksi pajangannya, sejak awal abad ke-14 pra-kolonial.







Komentar
Posting Komentar